SURABAYA - Menjawab kritik masyarakat pada Festival Rujak Uleg 2023 lalu, disebut bukan pesta rakyat melainkan pesta pejabat. Festival rujak uleg 2024 yang digelar pada 18 Mei dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-731 mengalami relokasi ke Halaman Balai Kota Surabaya.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang diadakan di Kya-Kya Kembang Jepun, Festival Rujak Uleg 2024 akan berlangsung pada tanggal 18 Mei 2024 di pusat kota, tepatnya di Halaman Balai Kota Surabaya. Pemindahan ini bertujuan untuk memudahkan akses bagi seluruh masyarakat dan lokasi lebih luas membuat lebih banyak masyarakat terlibat mencicipi langsung rujak uleg dari Walikota Surabaya. “Ini pertama kalinya saya dan suami datang ke Festival Rujak Uleg karena diadakan di pusat Kota Surabaya, rumah saya di Surabaya Selatan dulu jauh kalau harus ke daerah Kembang Jepun, sekarang enak kalau festivalnya ada di pusat Surabaya,” jelas Suharti tentang relokasi Festival Rujak Uleg 2024.
Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, dalam pidato pembukaannya menekankan pentingnya tema tahun ini, "The History of Rujak Uleg." Tema ini dipilih untuk menyampaikan pesan bahwa masyarakat Surabaya harus bersatu seperti layaknya Rujak Uleg yang terdiri dari berbagai bahan yang berbeda namun tetap harmonis. “Rujak uleg tanpa sayur dan petis ya hambar, maka dari itu saya ingin masyarakat Surabaya bisa menjadi satu seperti rujak uleg yang guyup rukun dan penuh toleransi,” tegas Eri Cahyadi.
Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, dalam pidato pembukaannya menekankan pentingnya tema tahun ini, "The History of Rujak Uleg." Tema ini dipilih untuk menyampaikan pesan bahwa masyarakat Surabaya harus bersatu seperti layaknya Rujak Uleg yang terdiri dari berbagai bahan yang berbeda namun tetap harmonis. “Rujak uleg tanpa sayur dan petis ya hambar, maka dari itu saya ingin masyarakat Surabaya bisa menjadi satu seperti rujak uleg yang guyup rukun dan penuh toleransi,” tegas Eri Cahyadi.
Festival Rujak Uleg 2023 sempat menuai kritikan karena hanya melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai peserta, sementara masyarakat umum hanya bisa menonton dari kejauhan. Menanggapi hal ini, Pemkot Surabaya kini mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi dalam Festival Rujak Uleg 2024.
Antusiasme warga Surabaya terlihat dengan berbagai instansi pendidikan, komunitas, serta hotel-hotel yang turut serta dalam acara ini, termasuk Josep dari komunitas motor Respect Generous Obey Gentleman (RGOG). “Ini event pertama anak-anak motor disuruh ngulek, baru tahun ini juga datang ke Festival Rujak Uleg. Seru ada semua kalangan yang terlibat. Kami diundang juga merupakan suatu kehormatan karena hanya dua klub motor di Surabaya yang diundang. Sangat senang juga bisa didatangi langsung sama Pak Eri untuk mencicipi rujak buatan kami,” ungkap Joseph.
Relokasi ke Halaman Balai Kota ini tidak hanya mempermudah akses, tetapi juga menciptakan semangat kebersamaan yang lebih besar di antara warga Surabaya. SMA Katolik St. Louis 1, salah satu peserta festival, menunjukkan semangat tersebut dengan persiapan matang yang melibatkan latihan menguleg dan menyusun yel-yel. “Senang tahun ini St. Louis 1 bisa ikut festival rakyat seperti Rujak Uleg ini, nggak cuma belajar ngulek jauh-jauh hari, tapi ada yel-yel yang harus disiapkan juga. Jadi kami mempersiapkan semuanya dengan matang khusus untuk Festival Rujak Uleg 2024,” ucap salah satu siswi SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya.
Festival Rujak Uleg 2024 telah membuktikan bahwa dengan kerjasama dan partisipasi seluruh lapisan masyarakat, acara tahunan ini dapat menjadi lebih inklusif dan meriah. Pemindahan lokasi ke pusat kota serta keterlibatan berbagai elemen masyarakat menjadi kunci sukses penyelenggaraan tahun ini, menjadikan festival ini bukan hanya sebagai ajang kuliner, tetapi juga simbol kebersamaan dan keragaman warga Surabaya.
Antusiasme warga Surabaya terlihat dengan berbagai instansi pendidikan, komunitas, serta hotel-hotel yang turut serta dalam acara ini, termasuk Josep dari komunitas motor Respect Generous Obey Gentleman (RGOG). “Ini event pertama anak-anak motor disuruh ngulek, baru tahun ini juga datang ke Festival Rujak Uleg. Seru ada semua kalangan yang terlibat. Kami diundang juga merupakan suatu kehormatan karena hanya dua klub motor di Surabaya yang diundang. Sangat senang juga bisa didatangi langsung sama Pak Eri untuk mencicipi rujak buatan kami,” ungkap Joseph.
Relokasi ke Halaman Balai Kota ini tidak hanya mempermudah akses, tetapi juga menciptakan semangat kebersamaan yang lebih besar di antara warga Surabaya. SMA Katolik St. Louis 1, salah satu peserta festival, menunjukkan semangat tersebut dengan persiapan matang yang melibatkan latihan menguleg dan menyusun yel-yel. “Senang tahun ini St. Louis 1 bisa ikut festival rakyat seperti Rujak Uleg ini, nggak cuma belajar ngulek jauh-jauh hari, tapi ada yel-yel yang harus disiapkan juga. Jadi kami mempersiapkan semuanya dengan matang khusus untuk Festival Rujak Uleg 2024,” ucap salah satu siswi SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya.
Festival Rujak Uleg 2024 telah membuktikan bahwa dengan kerjasama dan partisipasi seluruh lapisan masyarakat, acara tahunan ini dapat menjadi lebih inklusif dan meriah. Pemindahan lokasi ke pusat kota serta keterlibatan berbagai elemen masyarakat menjadi kunci sukses penyelenggaraan tahun ini, menjadikan festival ini bukan hanya sebagai ajang kuliner, tetapi juga simbol kebersamaan dan keragaman warga Surabaya.

Comments
Post a Comment