S URABAYA, ON THE NEWS - Kuantitas sampah yang terus bertambah membuat Bank Sampah Induk Surabaya (BSIS) diserbu oleh masyarakat. Nasabah Bank Sampah tidak hanya didominasi oleh ibu-ibu, mahasiswa dan murid sekolah juga menjadi sadar pentingnya pembuangan sampah yang tepat. Antusiasme warga yang ingin menukarkan sampahnya dengan uang membuat Bank Sampah tidak pernah sepi pengunjung. Menurut Rizana Hasta Yusuf, manager pemasaran BSIS, sosialisasi dan edukasi perlu diberikan kepada masyarakat agar fungsi Bank Sampah dapat optimal. “Edukasi dan sosialisasi dari rumah ke rumah itu dilakukan untuk penyetoran sampah. Nasabah ada dua tipe nasabah perorangan dan kelompok. Nasabah kelompok biasanya kita jemput, terus ditimbang. Sampah kemudian dipilah dan diberi harga sesuai jenis sampah. Setelah itu, disetorkan ke pabrik daur ulang.” ujar Hazna saat ditemui di kantor pusat Bank Sampah. Adapun dampak yang dirasakan oleh masyarakat adalah kebersihan dan dampak ekonomi karena terbukanya peluan...