Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Pendidikan

Tantangan di Balik Asiknya Mengajar Ekstra MLBB

  Tantangan di Balik Asiknya Mengajar Ekstra MLBB (Foto: Jessy Indrawan) Muridnya yang terus bergumul membanding-bandingkan dirinya dengan temannya, mengenai rank yang dimilikinya bahkan lebih tinggi dari pada temannya yang mampu menembus seleksi penerimaan murid ekstra MLBB. Rasa iri hati muncul seketika saat mengetahui perihal tingkat rank, pak Aci  —— BERMAIN adalah hal yang paling digemari dan disenangi setiap orang, Apalagi usia anak dan remaja. Ketika kegiatan bermainnya tidak lagi menjadi bahan omelan tetapi malah diakui sebagai permainan yang bisa disebut 'mendidik', betapa berbahagianya, itulah game Mobile Legend. Sementara orang tua sampai teriak kesal kepada anaknya yang disebut kecanduan main Mobile Legend, selain itu tanpa disadari, game Mobile Legend memupuk karakter ambisius dan menggiring murid-muridnya dalam persaingan. Mereka tak segan mematikan lawan dengan licik, memaki atau mengumpat dengan kasar. Lalu ditengah permasalahan ini SMA St. Louis 1 justru berdi...

Pesona Cosplay Lolita di MGL Kurafest 2024: Ekspresi Kreativitas dan Bakat di Surabaya

Scarlet Moy salah satu peserta asal Jawa Tengah yang mengikuti event MGL Kurafest 2024. ( OTNews/Ikrar Raditya) . Surabaya , 26 Mei 2024 - Event MGL Kurafest 2024, yang diselenggarakan pada 25-26 Mei 2024 di Galaxi Exhibition Center, Galaxi Mall 2 Lantai 6. Even t ini tidak hanya menawarkan berbagai kegiatan menarik bagi para peserta penggemar Mobile Legends dan budaya Jejepangan, tetapi juga menghadirkan sejumlah guest star ternama seperti Bobucu, Vallane, Jetsuki, Momo Rangga, dan Krisanti Comics.  Diantara para cosplayer, sosok Scarlet Moy, seorang cosplayer yang memerankan karekter Lolita dalam game Mobile Legends, berhasil menarik perhatian publik. Scarlet Moy, yang juga bekerja sebagai guru les privat, rela datang dari Jawa Tengah untuk mewakili kota solo  untuk ikut dalam event MGL Kurafest.  Persiapan Scarlet Moy untuk kompetosi telah dimulai dari satu bulan sebelum event , “persipanya sudah mulai dari sebulan lalu, termasuk mengunggah vidio untuk seleksi awa...

PENJAGA KUBUR GELAR SARJANA

  Surabaya – Dibalik kehidupan sesorang yang mengeluh terkait pekerjaan karena sulit mendapatkanya. Berdirilah seorang yang keseharian nya menjaga dan menjaga kebersihan makam yang ada di Eka Peraya Surabaya. Namanya adalah Ipung, seorang penjaga kubur dan juga kepala Krematorium dimakam Eka Praya Surabaya yang berusia 65 tahun. Yang telah melakukan pekerjaan penjaga kubur selama 41 tahun lamanya. “S aya sudah dari 1983 saya sudah menjadi penjaga di Eka Peraya ini”  dengan wajah yang gemetar karena penyakit tremor. Ia bekerja di Eka Praya Surabaya, memastikan bahwa Krematorium dan makam berjalan dengan baik. Dan menjaga makam Eka Praya dari siang hingga malam hari. Menjadi penjaga kubur bukanlah impian nya tetapi karena ketidakmampuannya mencari pekerjaan yang layak baginya . “ Saya menjadi penjaga kubur ini juga karena saya juga sulit mencari pekerjaan mau tidak mau jadi seperti ini saya ” imbuhnya sambil bernada menegaskan. Ia menjelaskan ia menjadi penjaga kubur karena ia t...

Tekad yang Kuat, di Balik Keterbatasan Kelas Terbuka

Surabaya – Amel tidak akan pernah melupakan satu hari itu. Hari ketika ia memutuskan untuk meninggalkan pondok pesantren dan memulai perjalanan baru di SMPN 21 Surabaya. Dengan suara bergetar, ia mengenang keputusan tersebut dengan penyesalan yang mendalam, "Aku merasa tidak mendapatkan pendidikan seperti murid-murid pada umumnya," ucapnya dengan mata berkaca-kaca, menahan tangis yang hampir pecah. Amel, atau lengkapnya Reswati Amelia Cinta, adalah seorang siswa kelas 8 terbuka di SMPN 21 Surabaya. Kelas terbuka ini dirancang khusus untuk anak-anak yang tidak bisa mengikuti pendidikan reguler karena masalah ekonomi atau keterlambatan masuk sekolah. Namun, harapannya untuk mendapatkan pendidikan yang layak sering kali sirna ketika ia harus belajar tanpa bimbingan guru yang memadai. Setiap hari, Amel hanya masuk dari pukul 09.00 hingga 12.00, dengan 2 hingga 3 pelajaran. Kehadiran guru pun jarang, sering kali mereka hanya memberikan tugas melalui ponsel dan membiarkan siswa bel...

Bank Sampah Induk Surabaya Mengajak Warga dan Anak Sekolah untuk Peduli Lingkungan dan Mengubah Sampah Menjadi Rupiah.

Surabaya, On The News – Bank Sampah Induk Surabaya, kembali mengajak warga dan anak sekolah untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Program menabung sampah yang dapat ditukarkan rupiah ini merupakan solusi bagi warga Surabaya. Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik, serta memberikan manfaat ekonomi bagi warga.      Dalam kegiatan menabung sampah, Bank Sampah Induk Surabaya bekerja sama dengan berbagai sekolah dan komunitas di Surabaya untuk melakukan sosialisasi mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari rumah. Melalui program ini, warga diajak untuk membawa sampah yang sudah dipilah ke bank sampah untuk ditimbang dan dinilai. Sampah yang memiliki nilai ekonomi, seperti kertas, plastik, dan logam, dapat ditukarkan dengan sejumlah uang.      Antusiasme warga dan siswa sekolah terhadap program ini terlihat dari banyaknya partisipan yang hadir dan membawa sampah untuk ditukarkan. Sa...