Skip to main content

Kisah dibalik Keseraman Zombie di Event “Zombie Apocalypse"

 

    Surabaya, 17 Mei 2024 - Brakkk!!! Suara dobrakan pintu dari dalam wahana zombie. Salah satu pengalaman menarik diantara berbagai pengalaman yang dialami, ada beberapa momen yang meninggalkan kesan mendalam bagi para talent zombie. Salah satu kejadian yang tak terlupakan adalah ketika seorang anak kecil yang ketakutan mendobrak pintu wahana zombie. “Anak itu benar-benar panik dan berlari ke arah pintu hingga mendobraknya. Saya dan teman-teman sempat kaget, tapi setelahnya kami malah tertawa,” cerita salah satu talent zombie sambil mengenang peristiwa tersebut.

Pada hari ini, suasana di Ciputra World Surabaya berubah drastis dari biasanya. Mall yang biasa dipenuhi oleh pengunjung yang menikmati berbagai fasilitas berbelanja dan hiburan, tiba-tiba saja bertransformasi menjadi sebuah arena yang penuh ketegangan. Para pengunjung yang datang tidak lagi hanya mencari barang belanjaan atau menikmati santapan di restoran, melainkan mereka kini dihadapkan dengan pengalaman yang memacu adrenalin, di mana zombie-zombie menyeramkan berkeliaran di beberapa sudut mall, hingga menciptakan suasana yang benar-benar menegangkan.


Pengunjung bisa merasakan pengalaman menegangkan dan mendebarkan saat menjelajahi wahana bertema zombie di dalam mall, Wahana ini didesain untuk memberikan sensasi seram yang tak terlupakan, lengkap dengan efek khusus dan aktor yang berperan sebagai zombie​.


Di balik hiruk-pikuk dan ketakutan yang muncul dalam event “Zombie Apocalypse”, tersimpan cerita menarik dari para pemain yang berperan sebagai zombie. Salah satunya adalah Rusnia, atau yang akrab disapa Nia, seorang gadis berusia 19 tahun yang telah menekuni pekerjaan sebagai talent zombie sejak di event zombie pertama saat di Jakarta dengan tema LRT pada tahun 2022.


Nia memulai karirnya sebagai talent zombie dengan alasan sederhana namun menggelitik. "Awalnya iseng saja, tapi ternyata seru dan menyenangkan saat bisa menakuti orang," ungkap Nia sambil tersenyum. Ketertarikannya pada pekerjaan ini tumbuh seiring berjalannya waktu, menjadikan setiap teriakan dan kejutan yang diberikan kepada pengunjung sebagai bagian dari kesehariannya.


Bekerja sebagai zombie tentu memiliki tantangan tersendiri. Nia mengakui bahwa pekerjaan ini membutuhkan energi yang besar. “Tantangan terbesar adalah harus mengeluarkan banyak energi, terutama saat berteriak menakuti pengunjung,” kata Nia. Untuk mengatasi hal ini, Nia memiliki trik khusus, yaitu dengan rutin mengkonsumsi vitamin yang disediakan oleh penyelenggara acara, Pandora Box, serta memastikan istirahat yang cukup sebelum kembali beraksi.


Namun, tidak semua pengalaman menyenangkan. Ada juga momen menyeramkan yang pernah dialami Nia. “Pernah ada pengunjung yang refleks memukul saat saya menakutinya. Untungnya tidak terlalu parah, tapi tetap saja cukup mengejutkan,” ujarnya.


Tidak mudah untuk menjadi talent zombie ada beberapa persyaratan yang dijelaskan oleh salah satu panitia dari event tersebut yang bernama Danu, atau yang biasa disapa dengan Mas Dan. “Salah satu kriteria untuk menjadi talent zombie yaitu harus memiliki suara yang kencang agar keluar efek sound nya yang lebih menyeramkan, yang kedua harus pede tampil dan bisa membawakan karakter menjadi zombie, lalu pentingnya kemauan untuk menekuni pekerjaan sebagai talent zombie ini sangat penting,” Ujar Mas Dan menjelaskan.


Mas Dan juga menjelaskan di setiap event zombie yang baru akan selalu diadakan open recruitment untuk talent zombie lagi tapi sebelum itu selalu memastikan untuk pemain zombie yang lama bersedia ikut kembali atau tidak.


Event “Zombie Apocalypse” di Mall Ciputra World Surabaya berlangsung dari 29 Maret hingga 26 Mei 2024, memberikan kesempatan bagi para pengunjung untuk merasakan sensasi seram dan menegangkan yang dibawa oleh para talent zombie seperti Nia. Bagi Nia, pekerjaan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan petualangan seru yang penuh cerita unik di setiap harinya.


Comments

Popular posts from this blog

Terbengkalainya 3 Mall di Surabaya

Surabaya - Beberapa pusat perbelanjaan di Surabaya, yang dulunya menjadi destinasi favorit masyarakat, kini tampak sepi pengunjung. Surabaya Town Square, Marvel City Mall, dan Lenmarc Mall adalah beberapa contoh mal yang kini mengalami penurunan jumlah pengunjung yang signifikan. Surabaya Town Square, atau yang dikenal dengan sebutan Sutos, pernah menjadi mal paling hits di kalangan anak muda Surabaya. Namun, seiring berjalannya waktu, mal ini mulai ditinggalkan oleh pengunjungnya. Kondisi ini menyebabkan sejumlah tenant memilih untuk menutup usahanya, sehingga menambah kesan sepi di dalam mal tersebut. Pasangan Grace Lauren dan David James, yang rutin berkunjung ke Sutos, mengungkapkan bahwa mereka ke Sutos seminggu dua kali hanya untuk jogging memanfaatkan jogging track yang ada. “Kami ke Sutos seminggu dua kali hanya untuk jogging. Mungkin fasilitasnya bisa diperluas, jogging track-nya dibuat lebih baik lagi, dan tempat ganti juga perlu diperbaiki,” ujar Grace. Marvel City Mall, yan...

Bank Sampah Induk Surabaya Mengajak Warga dan Anak Sekolah untuk Peduli Lingkungan dan Mengubah Sampah Menjadi Rupiah.

Surabaya, On The News – Bank Sampah Induk Surabaya, kembali mengajak warga dan anak sekolah untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Program menabung sampah yang dapat ditukarkan rupiah ini merupakan solusi bagi warga Surabaya. Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik, serta memberikan manfaat ekonomi bagi warga.      Dalam kegiatan menabung sampah, Bank Sampah Induk Surabaya bekerja sama dengan berbagai sekolah dan komunitas di Surabaya untuk melakukan sosialisasi mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari rumah. Melalui program ini, warga diajak untuk membawa sampah yang sudah dipilah ke bank sampah untuk ditimbang dan dinilai. Sampah yang memiliki nilai ekonomi, seperti kertas, plastik, dan logam, dapat ditukarkan dengan sejumlah uang.      Antusiasme warga dan siswa sekolah terhadap program ini terlihat dari banyaknya partisipan yang hadir dan membawa sampah untuk ditukarkan. Sa...

Relokasi Festival Rujak Uleg 2024 Tanggapi Kritik dengan Melibatkan Semua Kalangan

  SURABAYA - Menjawab kritik masyarakat pada Festival Rujak Uleg 2023 lalu, disebut bukan pesta rakyat melainkan pesta pejabat. Festival rujak uleg 2024 yang digelar pada 18 Mei dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-731 mengalami relokasi ke Halaman Balai Kota Surabaya. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang diadakan di Kya-Kya Kembang Jepun, Festival Rujak Uleg 2024 akan berlangsung pada tanggal 18 Mei 2024 di pusat kota, tepatnya di Halaman Balai Kota Surabaya. Pemindahan ini bertujuan untuk memudahkan akses bagi seluruh masyarakat dan lokasi lebih luas membuat lebih banyak masyarakat terlibat mencicipi langsung rujak uleg dari Walikota Surabaya. “Ini pertama kalinya saya dan suami datang ke Festival Rujak Uleg karena diadakan di pusat Kota Surabaya, rumah saya di Surabaya Selatan dulu jauh kalau harus ke daerah Kembang Jepun, sekarang enak kalau festivalnya ada di pusat Surabaya,” jelas Suharti tentang relokasi Festival Rujak Uleg 2024. Walikota Surabaya...