Skip to main content

Mahal! Tarif Parkir di sekitar Taman Apsari Surabaya

 

Mahal! Tarif Parkir di Sekitar Taman Apsari Surabaya 


Surabaya – Mahalnya tarif parkir yang berada di Kawasan Taman Apsari Surabaya membuat pemerintah kota Surabaya turun tangan dengan menegaskan untuk menggunakan rompi juru parkir ( jukir ) dan harus memberikan karcis kepada Masyarakat yang ingin memarkirkan kendaraannya. Hal ini sudah berjalan di Kawasan Taman Apsari sehingga program pemerintah dapat terselurkan dengan sangat baik.

“Kalo disekitar sini tarif parkir buat motor Rp.2 ribu kalo buat mobil Rp.5 ribu sudah pake karcis dan disetorkan ke Dishub Surabaya” ucap Wawan juru parkir, Selasa (4/6/2024), Namun masih banyak ognum juru parkir yang memberi tarif parkir diatas ketentuan yang telah di berikan oleh pemerintah.

Kawasan tersebut berada di sekitar Taman Apsari khususnya jalan Joko Dolog Surabaya. Tarif parkir yang masih diatas ketentuan pemerintah dan tidak adanya karcis membuat Masyarakat resah dan menuntut untuk pemerintah kota Surabaya menindak lanjuti tentang tarif parkir yang berada dikawasan Joko Dolog Surabaya.

Kebanyakan Masyarakat parkir dikawasan Taman Apsari yang meggunakan karcis dan dengan tarif yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga Masyarakat Surabaya merasa aman. “Saya kalo parkir di deket sini aja mas, tarifnya Rp 2 ribu sampai Rp 3 ribu, engga pernah di daerah Joko Dolog, selama motor aman helm enga ilang tarif segitu masi aman lah” ucap Rafli pengunjung Taman Apsari, Selasa (4/6/2024). 

Keresahan Masyarakat muncul karena tarif parkir yang tidak sesuai membuat Masyarakat untuk enggan mengunjungi Kawasan tersebut, karena pada beberapa bulan yang lalu muncul berita tentang tarif parkir di Taman Apsari Surabaya mencapai Rp.30 ribu yang viral sehingga pemerintah kota Surabaya memberikan sanksi dan teguran pada juru parkir di Kawasan tersebut khususnya di Joko Dolog. Beberapa Masyarakat berpendapat bahwa di daerah Taman Apsari sendiri tarif parkir yang diberikan sesuai dengan ketentuan pemerintahan kota Surabaya dan selalu menggunakan karcis.

“Saya pernah mendapatkan tarif karcis Rp.10 ribu di daerah Joko Dolog dan tidak mendapatkan karcis, dimana hal ini membuat saya merasa keberatan karena ketentuan yang diberikan oleh pemerintah Surabaya adalah Rp.3 ribu sampai Rp.5 ribu” ucap Adi pengendara mobil, Selasa (4/6/2024). 

Dengan tarif yang diberikan sangatlah mahal dengan harga yang diatas ketentuan membuat Masyarakat sekita Taman Apsari berpendapat bahwa tarif karcis yang diberikan sengat mahal dan membuat Masyarakat resah karena pada dasarnya peraturan yang di tetapkan oleh pemerintahan kota Surabaya yaitu meggunakan karcis dan tarif parkir yang diberikan utuk pengendara motor yaitu Rp.2 ribu dan untuk pengendara mobil Rp.5 ribu.

Hal ini menjadi fokus utama dimana Taman Apsari merupakan khawasan yang sering dikunjungi oleh Masyarakat Surabaya sehingga untuk masalah tarif parkir perlu penegasan untuk ognum juru parkir yang masih berkeliaran di daerah Taman Apsari yang tidak menggunkan rompi dan tidak dalam naungan Dishub dan pemerintahan kota Surabaya, Dengan adanya ketertiban tentang tarif parkir dan tiket karcis maka akan membuat Masyarakat aman untuk membayar karcis parkir kendaraannya.

 




Comments

Popular posts from this blog

Terbengkalainya 3 Mall di Surabaya

Surabaya - Beberapa pusat perbelanjaan di Surabaya, yang dulunya menjadi destinasi favorit masyarakat, kini tampak sepi pengunjung. Surabaya Town Square, Marvel City Mall, dan Lenmarc Mall adalah beberapa contoh mal yang kini mengalami penurunan jumlah pengunjung yang signifikan. Surabaya Town Square, atau yang dikenal dengan sebutan Sutos, pernah menjadi mal paling hits di kalangan anak muda Surabaya. Namun, seiring berjalannya waktu, mal ini mulai ditinggalkan oleh pengunjungnya. Kondisi ini menyebabkan sejumlah tenant memilih untuk menutup usahanya, sehingga menambah kesan sepi di dalam mal tersebut. Pasangan Grace Lauren dan David James, yang rutin berkunjung ke Sutos, mengungkapkan bahwa mereka ke Sutos seminggu dua kali hanya untuk jogging memanfaatkan jogging track yang ada. “Kami ke Sutos seminggu dua kali hanya untuk jogging. Mungkin fasilitasnya bisa diperluas, jogging track-nya dibuat lebih baik lagi, dan tempat ganti juga perlu diperbaiki,” ujar Grace. Marvel City Mall, yan...

Bank Sampah Induk Surabaya Mengajak Warga dan Anak Sekolah untuk Peduli Lingkungan dan Mengubah Sampah Menjadi Rupiah.

Surabaya, On The News – Bank Sampah Induk Surabaya, kembali mengajak warga dan anak sekolah untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Program menabung sampah yang dapat ditukarkan rupiah ini merupakan solusi bagi warga Surabaya. Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik, serta memberikan manfaat ekonomi bagi warga.      Dalam kegiatan menabung sampah, Bank Sampah Induk Surabaya bekerja sama dengan berbagai sekolah dan komunitas di Surabaya untuk melakukan sosialisasi mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari rumah. Melalui program ini, warga diajak untuk membawa sampah yang sudah dipilah ke bank sampah untuk ditimbang dan dinilai. Sampah yang memiliki nilai ekonomi, seperti kertas, plastik, dan logam, dapat ditukarkan dengan sejumlah uang.      Antusiasme warga dan siswa sekolah terhadap program ini terlihat dari banyaknya partisipan yang hadir dan membawa sampah untuk ditukarkan. Sa...

Relokasi Festival Rujak Uleg 2024 Tanggapi Kritik dengan Melibatkan Semua Kalangan

  SURABAYA - Menjawab kritik masyarakat pada Festival Rujak Uleg 2023 lalu, disebut bukan pesta rakyat melainkan pesta pejabat. Festival rujak uleg 2024 yang digelar pada 18 Mei dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-731 mengalami relokasi ke Halaman Balai Kota Surabaya. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang diadakan di Kya-Kya Kembang Jepun, Festival Rujak Uleg 2024 akan berlangsung pada tanggal 18 Mei 2024 di pusat kota, tepatnya di Halaman Balai Kota Surabaya. Pemindahan ini bertujuan untuk memudahkan akses bagi seluruh masyarakat dan lokasi lebih luas membuat lebih banyak masyarakat terlibat mencicipi langsung rujak uleg dari Walikota Surabaya. “Ini pertama kalinya saya dan suami datang ke Festival Rujak Uleg karena diadakan di pusat Kota Surabaya, rumah saya di Surabaya Selatan dulu jauh kalau harus ke daerah Kembang Jepun, sekarang enak kalau festivalnya ada di pusat Surabaya,” jelas Suharti tentang relokasi Festival Rujak Uleg 2024. Walikota Surabaya...