Skip to main content

 UNTUNG RUGI APLIKASI TUYUL OJEK ONLINE



Surabaya – Semakin meningkatnya penggunaan aplikasi yang dimodifikasi (MOD) atau sering disebut aplikasi tuyul yang tidak disediakan oleh pengembang resmi semakin menjadi kekhawatiran saat ini. Grab, gojek dan masih banyak lagi perusahaan di bidang transportasi online sudah menghimbau kerugian penggunaan aplikasi tuyul.

Melansir dari akun facebook resmi gojek, penginstalan aplikasi tuyul ini dapat berdampak pada data pribadi, pembajakan aplikasi ojek online, dan penururnan performa handphone. Aplikasi ini diklaim mampu mempeeceoat mendapatkan  orderan saja . Ketatnya persaingan membuat mitra menghalalkan segala cara demi mendapatkan orderan.

Mas Anton selaku driver gojek sejak 2020 membeberkan bagaimana cara kerja aplikasi tuyul di blog pribadinya. Aplikasi fake GPS mengubah titik kordinat driver yang ditentukan oleh server gojek. Orderan seharusnya diterima oleh driver terdekat. Namun dengan bantuan fake GPS, driver yang berada jauh dari titik orderan dapat merebut orderan tersebut. Aplikasi tuyul akan lebih efektif untuk driver  gofood yang membutuhkan waktu yang lebih singkat dalam mengambil orderan. Penggunaan aplikasi tuyul akan ditargetkan pada titik tertentu yang berpotensi tinggi seperti restaurant, sekolah dan kantor.

Untuk memberikan gambaran, katakanlah resto Carls Jr berada di koordinat xy. Driver A berada di  titik GPS sejauh 5 meter dari xy dan driver B titik GPS sejauh  50 meter dari xy. Jika ada order gofood di Carls Jr maka seharunya yang mendapat order itu tentu driver A Karena dia adalah driver terdekat. Tetapi terdapat driver C yang berada 100 meter jauhnya yang menggunakan aplikasi fake GPS sehingga titik GPS pindah persis di titik xy yang menyebabkan driver C yang mendapat order di titik xy.

Kemunculan aplikasi BOT bagi ojek online berangkat dari jumlah driver online yang  terus bertambah dari tahun ke tahun yang berakibat persaingan antar ojek online menjadi makin susah mencapai target. Ketatnya persaingan dapat ditunjukan dari jumlah penumpang yang diterima dalam sehari mengalami penurunan drastis ketika bermunculannya aplikasi - aplikasi ojek online di Indonesia.

Rizki, driver maxim di kota Surabaya membenarkan adanya apliakasi tuyul. “makin banyaknya driver sekarang membuat beberapa oknum driver Ojek Online yang memutuskan menggunakan aplikasi tuyul” jelas rizky. “ aplikasi itu dipakai untuk merebut orderan mitra lain” sambung Rizki.

Dengan  mengaktifkan aplikasi tuyul di aplikasi Ojek online seolah – olah driver berada di titik tertentu yang sebenarannya tidak berada di titik tersebut. “ pada satu driver Ojek online yang menggunakan aplikasi tuyul bisa menempatkan 2 hingga 5 jenis orederan dengan bantuan aplikasi tuyul yang memalsukan posisi asli driver dan memposisikan dirinya pada beberapa titik yang sudah ditentukan. Driver bisa langsung mendapatkan orderan dengan waktu singkat sekitar 5-10 menit sudah mendapatkan orderan” ucap Mas Fendik selaku driver gojek yang menggunakan aplikasi tuyul.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Mas Anton yang sudah menjadi driver Grap dari 2020 yang masih aktif menggunakan aplikasi tuyul pada saat bekerja, Mas Anton pun menunjukan tampilan, langkah-langkah penggunaan hingga cara kerja aplikasi tuyul tersebut.

Penggunaan aplikasi BOT pada akun driver ojek online menimbulkan banyak permasalan yang sangat merugikan semua pihak baik dari pihak driver, penumpang dan juga pihak perusahaan ojek online, akan tetapi pihak yang paling dirugikan oleh adanya aplikasi BOT pada ojek online itu adalah sesama ojek online yang tidak menggunakan aplikasi BOT karena akan sangat susah  mendapatkan pesanan penumpang.

Saat ini gojek sendiri sudah meninggalkan sistem driver terdekat ke sistem rating driver dimana driver dengan rating lebih baik walaupun tidak dekat diberi prioritas pertama untuk mendapatkan order.


Akan tetapi ini hal itu tidaklah seratus persen akurat, karena driver dengan rating terbaik di prioritaskan untuk gofood. Dengan kata lain driver yang histori order lebih banyak Gosend dan Goride yang sebenarnya para driver tersebut memiliki rating yang biasa - biasa saja bahkan bisa terbilang tidak bagus. Dikatakan tidak bagus disini bukan berarti attitude mereka jelek. Tidak bagus menurut perusahaan Ojek Online tersebut


 


Comments

Popular posts from this blog

Menghindari Macet: Warga Memilih Gunakan Perahu Untuk Menyeberang

  On The News - 23/05/2024 05:30 WIB  Penulis: Krisantus Brilian Editor: Amelia Cornelia Surabaya, OTNews - Penyeberangan perahu di jalan Raya Mastrip menjadi solusi jalan alternatif pengendara sepeda motor dalam menghindari kemacetan.  Penyeberangan perahu di jalan raya Mastrip Kemlaten, Kebraon,Surabaya menjadi alternatif bagi warga menghindari kemacetan dan tidak memakan waktu saat perjalanan. Banyak warga dan anak sekolah menggunakan perahu untuk menyebranginya, “bisa tembus Pagesangan sampai Kebraon, “Tutur Pak Supri sebagai penarik perahu(23/5/2024). Menyeberangi perahu juga menjadi salah satu pilihan bagi warga dan anak sekolah untuk mengakses jalan pada saat berangkat maupun pulang beraktivitas. Salah satu pengendara motor, mengungkapkan bahwa "Akses jalan melalui perahu lebih cepat," tutur Bimo (23/5/2024) dibandingkan dengan menggunakan jalan darat yang sering mengalami kemacetan. Meskipun pemerintah kota Surabaya telah meminta agar seluruh perahu tamba...

PERJUANGAN EDI SUYANTO JURU PARKIR LIAR DAN PETUGAS KEBERSIHAN DI TENGAH KESULITAN EKONOMI KOTA SURABAYA

S urabaya  - Di balik hiruk-pikuk kota Surabaya terdapat sosok Edi Suyanto seorang juru parkir liar dan petugas kebersihan yang telah bekerja tanpa lelah selama lebih dari sepuluh tahun. Edi yang kini berusia 46 tahun merupakan warga asli Surabaya dengan darah setengah Madura. Edi telah bekerja di Indomaret Point Mojopahit yang terletak di Jl. Mojopahit No.1, Keputran, Kec. Tegalsari, Surabaya, Jawa Timur. Edi Suyanto seorang pekerja keras yang tak kenal lelah, telah berprofesi sebagai juru parkir liar dan petugas kebersihan di Indomaret Point Mojopahit. Edi mengabadikan dirinya untuk menjaga keamanan kendaraan para pengunjung, terutama mahasiswa dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Selama lebih dari sepuluh tahun, Edi telah bekerja sebagai juru parkir liar untuk memastikan kendaraan para pengunjung aman dari pencurian. Edi juga bekerja sebagai petugas kebersihan di minimarket tersebut. Pekerjaan ini Edi jalani setiap sore hingga malam hari. “Saya kerjanya dari jam 4 so...

Terbengkalainya 3 Mall di Surabaya

Surabaya - Beberapa pusat perbelanjaan di Surabaya, yang dulunya menjadi destinasi favorit masyarakat, kini tampak sepi pengunjung. Surabaya Town Square, Marvel City Mall, dan Lenmarc Mall adalah beberapa contoh mal yang kini mengalami penurunan jumlah pengunjung yang signifikan. Surabaya Town Square, atau yang dikenal dengan sebutan Sutos, pernah menjadi mal paling hits di kalangan anak muda Surabaya. Namun, seiring berjalannya waktu, mal ini mulai ditinggalkan oleh pengunjungnya. Kondisi ini menyebabkan sejumlah tenant memilih untuk menutup usahanya, sehingga menambah kesan sepi di dalam mal tersebut. Pasangan Grace Lauren dan David James, yang rutin berkunjung ke Sutos, mengungkapkan bahwa mereka ke Sutos seminggu dua kali hanya untuk jogging memanfaatkan jogging track yang ada. “Kami ke Sutos seminggu dua kali hanya untuk jogging. Mungkin fasilitasnya bisa diperluas, jogging track-nya dibuat lebih baik lagi, dan tempat ganti juga perlu diperbaiki,” ujar Grace. Marvel City Mall, yan...