Skip to main content

Usangnya Jembatan Penyebrangan Orang di Depan Ciputra World

 Usangnya Jembatan Penyebrangan Orang di Depan Ciputra World


SURABAYA-29 MEI 2024 Sejak 4 tahun belakangan. kondisi JPO (Jembatan Penyeberangan Orang) di kawasan Jln Mayjend. Sungkono Surabaya yang bertempat di daerah Surabaya Barat dan bertepatan di depan Mall Ciputra World Surabaya, memiliki kondisi yang memprihatinkan hal tersebut dibuktikan dengan tidak kondisi yang tidak terawat, banyaknya dinding jembatan yang dipenuhi dengan coretan coretan tidak senonoh, sampah yang berserakan dan kondisi lantai tidak terawat dan railing atau pegangan tangan yang sudah  berkarat dan keropos, hingga tidak adanya atap/langit langit yang menutupi JPO tersebut.

Tingginya mobilitas warga surabaya tidak berbanding lurus dengan fasilitas yang ditawarkan oleh JPO tersebut. Berdasarkan pantauan kami di lapangan pada jam sibuk Surabaya sekitar pukul 16.00-17.00 WIB terdapat kurang lebih 10 orang melewati Jembatan Penyebrangan Orang tersebut. Mereka yang memanfaatkan antara lain adalah Siswa yang pulang sekolah, pegawai kantoran serta warga yang hendak menaiki Surabaya Bus yang letak haltenya di seberang jalan. 

Alvin (22) salah seorang mahasiswa yang sering menggunakan JPO menyayangkan karena kurangnya perawatan dan banyaknya sampah yang berserakan serta kebersihan yang kurang dijaga alvin juga menyebutkan lalu lintas pengguna JPO yang tinggi tidak sesuai dengan perawatan jembatan tersebut. 

“cukup prihatin si mas, ditambah ini daerah Surabaya Barat dimana banyak warga yang memiliki kesibukan dan seringnya mondar mandir juga di wilayah ini”

Selain itu panjang dari JPO sekitar 90 Meter ungkap Kabid Lalu lintas Dinas perhubungan (DISHUB) kota Surabaya Robben Rico dengan jumlah JPO yang ada di surabaya sekitar 22 Jembatan penyeberangan Orang di wilayah Surabaya. Pembangunan JPO juga memperhatikan keselamatan warga saat hendak menyeberang jalan raya, karena pemilihan letak pembangunan JPO memperhatikan lokasi jalan karena padatnya lalu lintas di jalan Mayjend Sungkono, hal lain yang menjadi pertimbangan adalah terdapat banyak perkantoran, sekolah dan halte angkutan umum seperti mayjend sungkono Park and Ride dengan adanya JPO warga semakin dimudahkan dalam berkegiatan, para pejalan kaki juga merasa dapat tempat yang aman dan nyaman ketika hendak menyebrang jalan.

Selain menjadi fasilitas bagi pengguna jalan JPO juga berfungsi sebagai penghubung antara sisi kanan dan kiri jalan raya. Dan hadirnya JPO juga membantu melancarkan kondisi lalu lintas jalan Mayjend Sungkono.

Pemerataan fasilitas dan perawatan JPO di Surabaya kurang merata, sebagai contoh JPO di Surabaya sebanyak 6 JPO sudah dilengkapi dengan lift di jalan jalan utama kota Surabaya JPO antara lain di Jln. Basuki Rahmat Surabaya depan hotel Bumi, JPO Gubernur Suryo depan SMAN 6, JPO jalan pemuda depan RRI, JPO jalan Urip Sumoharjo, JPO jalan prof Moestopo dan FKG dan JPO jalan Wonokromo stasiun. 

Selain 6 JPO yang dilengkapi dengan Lift banyak JPO lain yang memiliki kondisi baik dibandingkan dengan JPO yang ada di Jln Mayjend Sungkono sebagai contoh JPO di jalan darmo depan sekolah Santa Maria kondisi nya jauh berbanding terbalik dengan yang ada di jalan Mayjend Sungkono. 

Lantas mengapa dari sekian banyak JPO di Surabaya dan majunya di JPO di pusat kota Surabaya yang telah dilengkapi dengan fasilitas lift sebagai penunjang masih ada JPO yang belum terurus kebersihan dan keamanan nya bagi para pejalan kaki




Comments

Popular posts from this blog

Menghindari Macet: Warga Memilih Gunakan Perahu Untuk Menyeberang

  On The News - 23/05/2024 05:30 WIB  Penulis: Krisantus Brilian Editor: Amelia Cornelia Surabaya, OTNews - Penyeberangan perahu di jalan Raya Mastrip menjadi solusi jalan alternatif pengendara sepeda motor dalam menghindari kemacetan.  Penyeberangan perahu di jalan raya Mastrip Kemlaten, Kebraon,Surabaya menjadi alternatif bagi warga menghindari kemacetan dan tidak memakan waktu saat perjalanan. Banyak warga dan anak sekolah menggunakan perahu untuk menyebranginya, “bisa tembus Pagesangan sampai Kebraon, “Tutur Pak Supri sebagai penarik perahu(23/5/2024). Menyeberangi perahu juga menjadi salah satu pilihan bagi warga dan anak sekolah untuk mengakses jalan pada saat berangkat maupun pulang beraktivitas. Salah satu pengendara motor, mengungkapkan bahwa "Akses jalan melalui perahu lebih cepat," tutur Bimo (23/5/2024) dibandingkan dengan menggunakan jalan darat yang sering mengalami kemacetan. Meskipun pemerintah kota Surabaya telah meminta agar seluruh perahu tamba...

PERJUANGAN EDI SUYANTO JURU PARKIR LIAR DAN PETUGAS KEBERSIHAN DI TENGAH KESULITAN EKONOMI KOTA SURABAYA

S urabaya  - Di balik hiruk-pikuk kota Surabaya terdapat sosok Edi Suyanto seorang juru parkir liar dan petugas kebersihan yang telah bekerja tanpa lelah selama lebih dari sepuluh tahun. Edi yang kini berusia 46 tahun merupakan warga asli Surabaya dengan darah setengah Madura. Edi telah bekerja di Indomaret Point Mojopahit yang terletak di Jl. Mojopahit No.1, Keputran, Kec. Tegalsari, Surabaya, Jawa Timur. Edi Suyanto seorang pekerja keras yang tak kenal lelah, telah berprofesi sebagai juru parkir liar dan petugas kebersihan di Indomaret Point Mojopahit. Edi mengabadikan dirinya untuk menjaga keamanan kendaraan para pengunjung, terutama mahasiswa dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Selama lebih dari sepuluh tahun, Edi telah bekerja sebagai juru parkir liar untuk memastikan kendaraan para pengunjung aman dari pencurian. Edi juga bekerja sebagai petugas kebersihan di minimarket tersebut. Pekerjaan ini Edi jalani setiap sore hingga malam hari. “Saya kerjanya dari jam 4 so...

Bank Sampah Induk Surabaya Mengajak Warga dan Anak Sekolah untuk Peduli Lingkungan dan Mengubah Sampah Menjadi Rupiah.

Surabaya, On The News – Bank Sampah Induk Surabaya, kembali mengajak warga dan anak sekolah untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Program menabung sampah yang dapat ditukarkan rupiah ini merupakan solusi bagi warga Surabaya. Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik, serta memberikan manfaat ekonomi bagi warga.      Dalam kegiatan menabung sampah, Bank Sampah Induk Surabaya bekerja sama dengan berbagai sekolah dan komunitas di Surabaya untuk melakukan sosialisasi mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari rumah. Melalui program ini, warga diajak untuk membawa sampah yang sudah dipilah ke bank sampah untuk ditimbang dan dinilai. Sampah yang memiliki nilai ekonomi, seperti kertas, plastik, dan logam, dapat ditukarkan dengan sejumlah uang.      Antusiasme warga dan siswa sekolah terhadap program ini terlihat dari banyaknya partisipan yang hadir dan membawa sampah untuk ditukarkan. Sa...